Haji tamattu adalah pelaksanaan haji yang didahului dengan umrah. Jamaah haji yang melaksanakan haji tamattu' berihram untuk umrah dari miqat makani, kemudian berangkat ke Masjidil Haram untuk melakukan thawaf dan sa'i kemudian bertahallul dengan mencukur atau memendekkan rambut. Dengan demikian, mereka telah melakukan umrah haji. Jamaah haji yang melakukan haji tamattu' dikenai dam (dam tamattu). Setelah selesai melaksanakan umrah, para jamaah haji tinggal di Makkah sampai tiba pelaksanaan haji. Selama di Makkah, para jamaah haji melakukan ibadah shalat berjamaah di Masjidil Haram, tadarrus Al- Qur'an, berdzikir, berdo'a dan ibadah-ibadah lainnya. Pelaksanaan haji tamattu' adalah sebagai berikut:
a. Pada tanggal 8 Zulhijah (Hari Tarwiah) seluruh jamaah haji berangkat menuju Mina untuk melakukan tarwiyah, bermalam di Mina dan melaksanakan shalat fardlu.
- Sebelum berangkat ke Mina, mereka melakukan ihram di tempat tinggalnya (miqat kota Makkah).
- Sebelum ihram terlebih dahulu melakukan persiapan- persiapan ihram seperti; mandi sunah ihram, menyisir dan meminyaki rambut, memakai wangi-wangian terbaik yang dipunyai, mengenakan pakaian ihram, berniat dalam hati dengan ikhlas karena Allah dan membaca (Labbaika Hajjan) dan membaca talbiah
- Pada tanggal 8 Dzulhijah dan malam tanggal 9 Dzulhijah para jamah melakukan tarwiyah di Mina dan selama berada di Mina mereka melaksanakan shalat dzuhur dan ashar, magrib, isya dan subuh.
b. Pada tanggal 9, setelah matahari terbit, jamaah haji berangkat ke Arafah dan di Arafah untuk melaksanakan wukuf di Arafah.
- Setelah masuk waktu Dzuhur mereka wukuf dengan mendengarkan khutbah, dan shalat jama qashar taqdim Dzuhur dan Ashar.
- Mereka melakukan wukuf sampai dengan terbenam matahari (tidak boleh keluar dari 'Arafah sebelum matahari terbenam), dan selama di Arafah mereka memperbanyak berdoa ( doa apa saja yang dikehendaki )
c. Sesudah matahari terbenam, para jamaah berangkat menuju ke Muzdalifah untuk mabit;
- Setelah sampai di Muzdalifah mereka melakukan shalat maghrib dan isya jama takhir dan qasar.
- Selanjutnya mabit sampai shalat subuh, lalu meninggalkan Muzdalifah menuju ke Mina.
- Selama di Muzdalifah para jamaah haji juga mencari batu- batu kerikil untuk keperluan melempar jumrah di Mina, sebanyak yang dibutuhkan tergantung kepada nafar awal atau nafar sani, sekalipun batu kerikil dapat diambil di Mina. d. Setelah shalat subuh, para jamah menuju ke Mina untuk melempar jumrah dan mabit di Mina.
d. Setelah sholat subuh jamah menuju ke mina untuk melempar jumrah dan mabit di mina.
- Setelah sampai di Mina mereka melempar Jumrah 'Aqabah sesudah matahari terbit (syuruq) dengan tujuh buah kerikil dan berdoa;
- Kemudian mereka melakukan bertahallul, tahliq (mencukur rambut) atau taqshir (memendekkan rambut);
- Mereka berangkat ke Makkah untuk melakukan thawaf ifadlah dan sa'i, lalu tahallul tsani, kemudian kembali ke Mina untuk mabit.
- Kemudian mereka ke Mina melakukan mabit di Mina selama hari-hari tasyrik dan mereka melempar Jumrah "Ula (pertama), Wustha (tengah) dan 'Aqabah (akhir). Para jamaah dapat mengambil nafar awal atau nafar sani.
