Sejarah Berdirinya Dinasti Syafawi
1. Asal Usul Dinasti Syafawi
1) Berawal dari gerakan tarekat
keagamaan Syafawiyah
2) Didirikan oleh Syafi al-Din di Ardabil,
Azerbaijan
3) Tujuan awal: membersihkan ajaran
Islam dari kemungkaran & bid’ah
2. Perkembangan Awal
1) Ajaran dipegang secara fanatik
2) Melahirkan semangat berkuasa
3) Murid-murid tarekat berubah jadi tentara
terorganisir
4) Bermusuhan dengan yang berbeda mazhab
5) Tarekat mulai terlibat dalam politik
6) Bertahan hingga dua abad
3. Latar Belakang Sejarah Persia & Islam
1) Islam masuk ke Persia: abad ke-7 M,
masa Umar bin Khattab
2) Menggantikan agama Zoroaster
3) Masa kejayaan: Kekhalifahan
Abbasiyah (di Baghdad)
4. Kejatuhan Politik Islam
1) 1258 M: Mongol menyerang Baghdad
2) Mengakhiri masa Kekhalifahan
Abbasiyah
3) Islam mengalami kemunduran besar
4) Wilayah Islam terpecah jadi kerajaan
kecil
5. Kebangkitan Politik Islam
1) Muncul tiga kerajaan besar:
1.
Syafawi
2.
Mughal
3.
Turki
Utsmani
2) Kerajaan Syafawi:
1.
Berasal
dari gerakan keagamaan
2.
Berperan
besar dalam peradaban Islam Persia
3.
Berjaya
dalam: politik, ekonomi, seni, budaya
6. Tokoh Pendiri
- Safi al-Din
(1252–1334 M): Pemimpin
awal gerakan Syafawiyah
- Menjadi
dasar pembentukan Dinasti Syafawi
1. Asal Usul Dinasti Syafawi
1)
Berasal
dari Tarekat Syafawiyah (tasawuf)
2)
Pemimpin
awal: Safi al-Din
o
Digantikan
oleh:
§ Sadr al-Din (1334–1399 M)
§ Khawaja Ali (1399–1427 M)
§ Ibrahim (1427–1447 M)
o
Sistem penunjukan
langsung, turun-temurun (dipengaruhi oleh konsep imamah Syi’ah)
2. Perkembangan Awal Dinasti
1)
Junaid → Haidar (1470 M, usia 10 tahun)
2)
Haidar terbunuh (1488 M) saat melawan AK Koyunlu
3)
Putranya Ali
dibaiat, tapi kemudian digantikan oleh Ismail (masih usia 7 tahun)
3. Kebangkitan Ismail I
1)
Bentuk
pasukan Qizilbash (baret merah)
Tahun 1501 M:
- Mengalahkan AK
Koyunlu di Sharur
- Menaklukkan Tabriz
dan memproklamirkan sebagai Raja Pertama Dinasti Syafawi
2)
Pemerintahan:
1501–1524 M
Ekspansi
besar-besaran:
- Hamadan
(1503)
- Nazandaran,
Gurgan, Yazd (1504)
- Diyar Bakr
(1505–1507)
- Baghdad,
Sirwan, Khurasan
Kekalahan melawan Turki
Usmani di Perang Chaldiran (1514 M)
Mengalami
kemunduran pribadi dan politik
4. Silsilah
Penguasa Dinasti Syafawi
|
No |
Nama Penguasa |
Masa
Pemerintahan |
|
1 |
Ismail I |
1501–1524 |
|
2 |
Tahmasp I |
1524–1576 |
|
3 |
Ismail II |
1576–1577 |
|
4 |
Muhammad Khudabanda |
1577–1587 |
|
5 |
Abbas I (Agung) |
1587–1628 |
|
6 |
Safi Mirza |
1628–1642 |
|
7 |
Abbas II |
1642–1666 |
|
8 |
Sulaiman I |
1666–1694 |
|
9 |
Husain I |
1694–1722 |
|
10 |
Tahmasp II |
1722–1732 |
|
11 |
Abbas III |
1732–1736 |
|
12 |
Sulaiman II |
1750 |
|
13 |
Ismail III |
1750–1753 |
|
14 |
Husain II |
1753–1756 |
|
15 |
Muhammad |
1786 |
5. Puncak Kejayaan – Abbas I
1)
Memerintah:
1587–1628 M
2)
Reorganisasi
militer dan administrasi
3)
Mengembalikan
wilayah yang hilang
4)
Menstabilkan
internal kerajaan dari perebutan kekuasaan (Qizilbash vs pejabat Persia)
6. Faktor-Faktor Kemunduran
1)
Kekalahan
di Chaldiran
2)
Konflik
internal antara:
- Qizilbash
- Pejabat
Persia
- Pemimpin Suku
Turki
3)
Ketergantungan
pada sistem pewarisan turun-temurun
4)
Lemahnya
raja-raja setelah Abbas I
C. KEMAJUAN DINASTI SYAFAWI
(Masa Abbas I – 1587–1629 M)
1.
Perluasan Wilayah
1. Menaklukkan kembali wilayah yang hilang
2. Memperluas wilayah kekuasaan ke berbagai daerah penting
2. Kemajuan Politik, Ekonomi,
Sosial, dan Keagamaan
1. Pemerintahan stabil dan terorganisir
2. Perekonomian berkembang (perdagangan dan pertanian)
3. Sistem sosial tertata
4. Keagamaan: berkembangnya mazhab Syi’ah secara resmi
3. Diplomasi yang Baik
1. Menjalin hubungan internasional (terutama dengan Eropa)
2. Diplomasi damai dan hubungan perdagangan kuat
4. Pembangunan Bandar Abbas
1. Menjadi pusat perdagangan penting
2. Menghubungkan jalur dagang dengan dunia luar
5. Toleransi Beragama
1. Tidak memaksakan keyakinan Syi’ah secara ekstrem
2. Memberi ruang bagi umat agama lain
6. Peradaban & Kesenian Maju
·
Arsitektur indah (masjid,
istana)
·
Seni kaligrafi, kerajinan,
karpet Persia berkembang pesat
D. KEMUNDURAN DINASTI SYAFAWI
Raja-Raja
Setelah Abbas I
|
Nama Raja |
Tahun Pemerintahan |
Ciri Khas |
|
Safi Mirza |
1628–1642 |
Lemah, pemabuk,
sakit & wafat |
|
Abbas II |
1642–1667 |
Suka minum,
kehilangan Qandahar & Baghdad |
|
Sulaiman I |
1667–1694 |
Kejam,
paranoid, timbul ketakutan & perpecahan |
|
Husein I |
1694–1722 |
Lemah, konflik
keagamaan meningkat |
|
Tahmasp II |
1722–1732 |
Tidak efektif |
|
Abbas III |
1732–1736 |
Kerajaan hampir
runtuh |
Faktor-Faktor Kemunduran Dinasti Syafawi
1. Dekadensi Moral Pemimpin
1) Banyak raja tidak bermoral (suka minum, lemah, kejam)
2) Tidak mampu memimpin secara bijak
2. Pasukan Ghulam Tidak Semangat
1) Pasukan budak kurang loyalitas
2) Tidak mampu melindungi kerajaan secara maksimal
3. Konflik Internal
1. Perebutan jabatan antara:
1) Qizilbash
2) Pejabat Persia
3) Keluarga kerajaan
4. Perebutan Kekuasaan
1) Tidak ada sistem suksesi yang tertata
2) Menyebabkan kekacauan dan krisis kepemimpinan
5. Konflik Berkepanjangan dengan
Kerajaan Usmani
1) Melemahkan sumber daya dan militer
2) Banyak wilayah jatuh ke tangan musuh
6. Pemberontakan Sunni
Afghanistan
1) Didorong oleh sikap keras ulama Syi’ah terhadap Sunni
2) Berhasil menjatuhkan Dinasti Syafawi
